Perjalanan Panjang Heru Widodo Menuju Pengabdian di Desa Jamor Jaya

Uncategorized443 Views

MORUT- Tidak semua perjalanan hidup berjalan lurus sesuai rencana. Ada mimpi yang berubah arah, ada jalan yang harus diputar, dan ada panggilan pulang yang akhirnya menjadi tujuan. Itulah kisah panjang perjuangan Heru Widodo, sosok yang kini maju sebagai calon Kepala Desa Jamor Jaya.

Mimpi Awal: Dari SMK Penerbangan ke Cita-cita TNI AU

Sejak duduk di bangku sekolah, Heru sudah memiliki satu mimpi besar: menjadi perwira TNI Angkatan Udara. Latar belakang pendidikannya di SMK Penerbangan 7 Lanud Iswahyudi Madiun meningkatkan semangat yang kuat untuk mengabdi di dunia pemeliharaan negara.

Ia kemudian melanjutkan kuliah di jurusan Teknik Informatika. Pilihan ini bukan tanpa alasan. Para guru dan mentor menanamkan keyakinan bahwa perang masa depan bukan lagi perang fisik, melainkan perang teknologi.

Oleh karena itu, Heru ingin masuk TNI AU dengan bekal teknologi agar bisa menjadi perwira dari jalur pendidikan.

Kampus: Tempat Mimpi Ditempa Jadi Pengalaman Nyata

Namun kampus membawa Heru pada pengalaman yang lebih luas dari sekadar mimpi menjadi tentara.

Ia aktif dalam organisasi kemahasiswaan:
• Ketua panitia bakti sosial
• Ketua komisariat ikatan mahasiswa
• Ketua koperasi mahasiswa

Tak hanya berorganisasi, wirausaha jiwa Heru tumbuh pesat. Ia:
mengikuti pelatihan
membuka usaha bersama pedagang mie ayam, bakso, dan teman kampus
Dipercaya menjadi manajer toko jilbab milik dosen, Menjadi manajer pabrik roti roti. Mengajar les privat dari rumah ke rumah.

Dari pengalaman itu, Heru mendirikan lembaga pendidikan dan pelatihan Double Excellent, sekaligus membuka lapangan kerja bagi adik-adik junior agar memiliki penghasilan tambahan.

Dipercaya Memimpin: Wakil Presiden Mahasiswa

Perjalanan kepemimpinan Heru semakin kuat ketika, bahkan saat masih semester 5, ia dipercaya maju sebagai calon Wakil Presiden Mahasiswa.
Kepercayaan itu menghasilkan kemenangan.

Posisi tersebut membuka jaringan yang lebih luas:

Sering mewakili kampus dalam kegiatan kemahasiswaan, Menjadi pemateri organisasi di dalam dan luar kampus
menyebarkan pelatihan melalui lembaga yang ia dirikan,
Mewakili provinsi dalam program Jambore Pemuda Nasional bersama peserta dari negara tetangga,
Meraih Juara 2 Presentasi Business Plan tingkat Nasional.
Karier BUMN dan Dunia Profesional
Setelah lulus kuliah, Heru langsung diterima bekerja di perusahaan BUMN, yaitu Petrokimia Gresik.

Namun jiwa wirausaha yang sudah tertanam membuatnya merasa belum bebas berkarya sebagai karyawan. Ia kemudian kembali dipanggil oleh kampus untuk membantu mengelola perusahaan di bawah naungan kampus, sekaligus belajar mengelola bisnis perumahan subsidi. Kariernya di Jawa sebenarnya terus terbuka lebar.

Titik Balik: Pulang untuk Mengabdi kepada Orang Tua

Di tengah peluang karier yang menjanjikan, Heru mengambil keputusan besar: pulang ke Sulawesi untuk mendampingi orang tua di masa tua.

Keputusan itu bukan hal yang mudah. Ia harus meninggalkan jaringan, karier, dan kenyamanan yang telah dibangun bertahun-tahun di Jawa.
Di kampung halaman, ia memulai dari nol. Benar-benar dari nol.
Menjadi penyadap karet, bekerja keras dari bawah, merasakan langsung kehidupan masyarakat desa.

Di titik inilah, pengalaman hidupnya terasa lengkap:
dunia pendidikan, organisasi, bisnis, industri, hingga kenyataan kehidupan desa.

Dari Perjalanan Hidup ke Niat Pengabdian Desa

Semua pengalaman panjang itu membentuk satu keyakinan:
bahwa desa membutuhkan pemimpin yang pernah merasakan jatuh bangun kehidupan.

Kini Heru Widodo melangkah maju sebagai calon Kepala Desa Jamor Jaya — bukan sekadar membawa mimpi, tetapi membawa pengalaman, jaringan, dan semangat pengabdian yang ditempa oleh perjalanan panjang hidupnya.

Karena bagi Heru, pulang ke desa bukan akhir perjalanan.
Justru itulah awal pengabdian yang sesungguhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *